0
Dikirim pada 30 April 2013 di Sastra dan Humaniora

AKU PULANG, IBU

(22 Desember 2012)

 

Aku pulang, Ibu..
anakmu membawa dirinya saja, biasa saja
Aku sehat, Ibu..
anakmu masih bisa membaca dan mengeja
hanya saja,
Aku tengah keletihan, Ibu..
anakmu menjelajahi waktu dan tak mampu menjangkaunya
tenang saja,
Aku masih tersenyum, Ibu..
anakmu bisa membagi bagi siapa saja , kecuali dirinya
Aku seperti dulu, Ibu..
anakmu akan jujur ketika kau bertanya
namun ,
Aku minta maaf, Ibu..
anakmu tengah kehilangan keajaibannya , alasan , dan tujuannya
Aku tidak mengerti, Ibu..
anakmu terlalu naif untuk pintar mengambil dunia
karena
Aku laki-laki, Ibu..
anakmu juga bisa terluka dan berdarah tentunya
tetapi,
Aku tahu diri, Ibu..
anakmu tidak akan melibatkanmu dalam semuanya
Aku janji, Ibu..
anakmu tidak akan melepas kendali udaranya
Aku hanya berharap, Ibu
Ibu tidak perlu menjadi keajaiban, alasan , ataupun tujuanku
Ibu tetaplah menjadi Ibu ,
karena
Anakmu sayang Ibu..



Dikirim pada 30 April 2013 di Sastra dan Humaniora
comments powered by Disqus
Profile

seperti angin yang menembus batas seperti air yang tak mengalir ke atas seperti api yang menghangatkan seperti bumi yang ingin menjadi pijakan bagi siapa yang pantas diangkasakan.. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 365.879 kali


connect with ABATASA