0
Dikirim pada 26 April 2013 di Sastra dan Humaniora

Halaman yang Tak Pernah Habis

(17 April 2013)

 

Hidup harus terus berlanjut

Ada lembar di halaman selanjutnya

Nantikan sekelebat bunyi menyambut

Usaikan sejenak kenangan sebelumnya

Nampak menarikkah buku itu?

Gugup rasanya menari merayu waktu

Patah pena masih bisa diganti

Andai tekad yang di sana, bisakah?

Noktah hujan seperti genggam penulis

Garis-garisnya menyentak bumi dengan serakah

Entah berapa kemarau melepas sinis

Sempalkan segala rindang pepohohonan, mati

Tatkala kau untuk gugur, dan kalah

Udara pasti akan menangis

Tiup segala debu dan sanak saudaranya

Ikatlah hati dalam hari esok

Agar tak semakin jauh terperosok

Nanarkan pandang ke halaman selanjutnya

Dengan sisa tinta yang hanya setangkup

Itu cukup

 

(Muhammad Ali Furqon, 20013)



Dikirim pada 26 April 2013 di Sastra dan Humaniora
comments powered by Disqus
Profile

seperti angin yang menembus batas seperti air yang tak mengalir ke atas seperti api yang menghangatkan seperti bumi yang ingin menjadi pijakan bagi siapa yang pantas diangkasakan.. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 366.715 kali


connect with ABATASA